GENDER MAINSTREAMING DALAM KURIKULUM MATA KULIAH AGAMA ISLAM DI PTN & PTS DI YOGYAKARTA

23.18 |

Kesetaraan perempuan merupakan problem mendasar dalam pendidikan. Berdasarkan kenyataan yang ada masih terdapat adanya kesenjangan antara laki-laki dna perempuan. Oleh karena itu, Departemen Pendidikan Nasional melalui upaya Pengarusutamaan Gender (PUG) melakukan pengurangan kesenjangan tersebut. Artikel ini adalah untuk melihat tentang PUG di Perguruan Tinggi Khususnya di DI. Yogyakarta. Untuk mendapatkan gambaran yang memadai tentang pengarus utamaan jender maka maka digunakan sample untuk UGM dna UNY sebagai PTN dan PTS diwakili oleh UII dan UPN. Matakuliah agama Islam dipilih karena dalam matakuliah tersebut masih ditemukan materi yang bias jender, seperti penciptaan perempuan dna sebagainya. Kenyataan menunjukkan bahwa kurikulum agama Islam di PTN dan PTS tersebut belum bernuansa netral gender baik dalam upaya penjelasan materi keagamaan ataupun ilustrasi kalimat yang dipakai dalam penjelasan materi. Selain itu, dalam model pembelajarannya, matakuliah Islam masih bias gender sepanjang mata kuliah agama diampu oleh pengajar/dosen yang belum sadar gender. Meskipun dosen mata kuliah agama memahami spirit Islam yang mendorong keadilan sesame gender.

Tidak ada komentar: